BYD Atto 2 Tercatat di Samsat, Isyaratkan Segera Dipasarkan di Indonesia?
BYD kembali mencuri perhatian setelah nama Atto 2 muncul dalam daftar PKB Samsat Jakarta. Kehadiran model anyar tersebut menandakan peluang besar SUV listrik kompak ini segera hadir di Tanah Air. Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) sudah tercatat untuk dua varian, yang bisa menjadi indikasi langkah BYD memperkuat lini produk sekaligus bersaing di segmen kendaraan listrik yang semakin padat di Indonesia.
Meski begitu, pendaftaran NJKB tidak otomatis berarti peluncuran berlangsung dalam waktu dekat. Proses ini merupakan salah satu tahapan yang wajib dilakukan sebelum rilis resmi, serta menjadi bagian dari strategi perencanaan produk. “Yang bisa saya pastikan, dalam waktu dekat kami memang akan menghadirkan model baru lagi. Namun secara detail, saya belum dapat membocorkan produk mana yang dimaksud,” ujar Luther T. Panjaitan, Head of Marketing, PR & Government Relation PT BYD Motor Indonesia, dalam kegiatan test drive Atto 1 di Yogyakarta pekan lalu.
Berdasarkan data Samsat, terdapat dua tipe Atto 2 yang tercatat. Pertama, SC3E-ETD-1 (4X2) AT dengan NJKB Rp281 juta, dan SC3E-STD-1 (4X2) AT dengan NJKB Rp245 juta. Namun, harga jual resminya sulit diperkirakan. Sebagai perbandingan, BYD Atto 1 memiliki NJKB Rp218 juta, tetapi saat diluncurkan, varian Dynamic justru dijual Rp195 juta on the road Jakarta. Hal ini menunjukkan kalkulasi harga yang tidak selalu linier dengan NJKB.
Menurut BYD, strategi harga kompetitif bisa dicapai karena sebagian besar komponen kendaraan listrik diproduksi sendiri. Mulai dari baterai, sistem elektronik, hingga komponen kecil seperti kabel dan perangkat lunak. Pendekatan ini membuat biaya produksi lebih efisien sehingga harga jual bisa ditekan.
Di negara asalnya, Tiongkok, BYD Atto 2 dikenal dengan nama Yuan Up. SUV listrik ini ditujukan untuk konsumen perkotaan yang membutuhkan kendaraan ringkas dengan teknologi modern. Dimensinya memiliki panjang 4.310 mm, lebar 1.830 mm, tinggi 1.675 mm, dengan jarak sumbu roda 2.620 mm. Ground clearance setinggi 165 mm turut mendukung kenyamanan saat melintasi jalan tidak rata.
Atto 2 di Cina tersedia dalam dua varian. Standard Range menggunakan motor listrik 94 kW (125 PS) dengan torsi 210 Nm. Akselerasi 0–100 km/jam ditempuh 12,4 detik, dengan jarak tempuh 410 km (NEDC). Sedangkan Extended Range lebih bertenaga berkat motor 150 kW (204 PS) dan torsi 310 Nm, mampu berakselerasi hanya 7,9 detik serta menempuh jarak hingga 510 km. Keduanya memakai penggerak roda depan dengan kecepatan maksimum 160 km/jam.
Dukungan AC & DC Charging
Atto 2 sudah mendukung pengisian AC hingga 7 kW dan DC fast charging 88 kW. Waktu pengisian 30–80% hanya 29 menit untuk Standard Range dan 26 menit untuk Extended Range.
Fitur & Kabin Modern
Dari sisi keselamatan, hadir fitur lengkap mulai dari peringatan tabrakan depan, AEB, adaptive cruise control, brake override, hingga traffic jam assist. Kamera 360 derajat juga tersedia untuk kemudahan parkir.
Interiornya dilengkapi layar sentuh 12,8 inci yang dapat diputar vertikal maupun horizontal, panel instrumen digital 8,8 inci, wireless charging, serta tuas transmisi berbentuk kristal. Dukungan konektivitas mencakup 4G, Bluetooth, WiFi, OTA, hingga kontrol jarak jauh melalui aplikasi dan sistem perintah suara.
Sebagai perbandingan, pada Juli 2025 BYD Malaysia merilis Atto 2 dengan harga sekitar 100 ribu ringgit atau Rp384 jutaan. Jika masuk Indonesia, SUV listrik ini berpotensi menjadi pilihan menarik dengan kombinasi fitur lengkap, performa mumpuni, dan harga yang relatif kompetitif. Namun, posisi harganya masih menjadi pertanyaan: apakah akan setara dengan BYD Dolphin, atau ditempatkan di segmen yang lebih tinggi?
SUMBER. OTO.COM