
Jakarta — Produsen mobil listrik asal Tiongkok, BYD, kembali menorehkan pencapaian besar dengan mengumumkan kepemilikan armada kapal pengangkut mobil (RoRo) yang mampu mendukung kegiatan ekspor hingga mencapai 1 juta unit kendaraan per tahun.
Mengutip laporan dari CarNewsChina, kapal terbaru bernama BYD Jinan resmi beroperasi baru-baru ini. Dengan berlayarnya kapal tersebut, kini total sudah ada delapan kapal RoRo yang dimiliki BYD secara penuh.
Proyek besar ini berhasil diselesaikan hanya dalam waktu kurang dari dua tahun. Kapal pertama mereka, BYD Explorer No.1, mulai beroperasi sejak Januari 2024. Setiap kapal dalam armada ini memiliki kapasitas angkut antara 7.200 hingga 9.000 unit kendaraan, tergantung pada jenis kapal dan muatan yang dibawa.
Saat ini, sebagian kapal tengah berlayar menuju berbagai pelabuhan di Eropa. Beberapa di antaranya sudah mulai membongkar muatan di wilayah tersebut sebelum kembali ke Tiongkok untuk siklus pengiriman berikutnya.
Yang menarik, aktivitas ekspor BYD kini tidak terbatas pada mobil yang diproduksi di Tiongkok. Contohnya, kapal BYD Zhengzhou membawa mobil setir kanan yang diproduksi di pabrik Thailand menuju Inggris, sebelum akhirnya melakukan bongkar muat di Belgia.
Strategi ini menjadi langkah penting karena Thailand tidak terkena tarif anti-subsidi Uni Eropa, yang diberlakukan terhadap mobil listrik buatan Tiongkok. Dengan demikian, BYD dapat memperluas ekspor ke Eropa tanpa terkendala beban biaya tambahan.
Ekspansi Produksi Global BYD
Selain memperkuat armada laut, BYD juga memperluas jaringan produksi di berbagai wilayah dunia. Sejak 1 Juli 2025, BYD resmi mulai memproduksi mobil di Brasil, dengan model Seagull sebagai unit perdananya.
Di Eropa, pabrik besar di Szeged, Hongaria, kini dalam tahap pembangunan dan dijadwalkan mulai memproduksi mobil secara massal pada tahun 2026.
Tidak berhenti di situ, BYD juga tengah membangun pabrik baru di Pakistan yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun yang sama. Sementara itu, pabrik knock-down di Uzbekistan sudah mulai berjalan sejak Juni 2024, menjadi pusat perakitan penting bagi pasar Asia Tengah.
Lonjakan Ekspor dan Strategi Pasar
Langkah ekspansi global ini sekaligus menjadi respons terhadap penurunan permintaan mobil listrik di pasar domestik Tiongkok. Pada Agustus 2025, penjualan BYD di luar negeri melonjak hingga 157 persen, mencapai 80.813 unit. Sebaliknya, penjualan di dalam negeri turun sekitar 22 persen, menjadi 284.005 unit.
Dengan kombinasi ekspansi global, armada kapal pribadi, dan strategi logistik lintas negara, BYD kini berada di posisi strategis untuk memperkuat dominasi sebagai pemain utama di industri mobil listrik dunia. Perusahaan ini tidak hanya mengandalkan produksi besar di Tiongkok, tetapi juga mengoptimalkan jaringan manufaktur dan distribusi global yang efisien untuk menjangkau pasar Eropa, Asia, hingga Amerika Latin.
SUMBER. LIPUTAN6.COM
