
JAKARTA – Produsen kendaraan listrik asal Tiongkok, BYD, kembali mencatat tonggak penting dalam ekspansi globalnya. Pada 26 September lalu, perusahaan resmi merayakan lahirnya unit bus listrik ke-1.000 yang diproduksi dari fasilitas perakitan mereka di Hungaria.
Mengutip laporan CnEVpost pada Selasa, 30 September, unit ke-1.000 tersebut adalah model B12.b, bus listrik unggulan BYD yang dirancang khusus untuk pasar Jerman. Bus sepanjang 12 meter ini telah mengadopsi teknologi Cell-to-Chassis (CTC), yakni sistem integrasi baterai blade langsung ke rangka kendaraan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus keamanan.
“Produksi unit B12.b ke-1.000 menjadi bukti konsistensi BYD dalam menyediakan transportasi umum berkelanjutan bagi Eropa,” tulis perusahaan dalam keterangan resminya.
Ekspansi Fasilitas Produksi di Hungaria
Tak hanya merayakan pencapaian baru, BYD juga memperluas kompleks pabriknya di Hungaria dengan tambahan lahan produksi seluas 29.000 meter persegi. Perluasan ini diproyeksikan mampu meningkatkan kapasitas tahunan pabrik hingga melampaui 1.000 unit bus dan truk listrik.
Selama lebih dari sepuluh tahun, armada bus listrik BYD telah melayani sistem transportasi publik di berbagai negara Eropa. Hingga kini, kendaraan BYD beroperasi di 160 kota dari 26 negara, dengan jarak tempuh kumulatif mencapai lebih dari 645 juta kilometer.
Selain fasilitas bus, BYD juga tengah membangun pabrik khusus kendaraan penumpang di Hungaria sebagai bagian dari upaya memperkuat kehadirannya di pasar Eropa.
Jejak BYD di Indonesia
Kehadiran BYD di Indonesia sejatinya bukan hal baru. Bus listrik mereka sudah lebih dulu beroperasi di Jakarta sebagai bagian dari armada Transjakarta. Tercatat ada 30 unit bus BYD K9 tipe low deck yang saat ini melayani empat rute berbeda.
Bus ramah lingkungan sepanjang 12 meter tersebut mampu mengangkut hingga 60 penumpang. Dengan baterai berkapasitas 324 kWh, BYD K9 dapat menempuh jarak operasional sekitar 250 km per hari, dengan konsumsi energi rata-rata hanya 1,3 kWh per km.
Kehadiran bus listrik BYD di Indonesia menandai langkah nyata bahwa solusi mobilitas perkotaan berbasis listrik semakin siap menjadi alternatif transportasi publik bebas emisi.
SUMBER. VOI.ID
