
Jakarta — Mobil listrik terjangkau BYD Seagull kabarnya akan segera masuk pasar Indonesia. Kehadirannya diprediksi dapat menjadi pesaing kuat bagi kendaraan sekelas yang sudah ada di pasaran.
Spekulasi tentang kedatangan Seagull di Indonesia semakin menguat setelah munculnya kode baru untuk mobil BYD di situs web Samsat Jakarta yang mencatatkan Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB).
Kode yang dimaksud adalah EQ-ETD-1 (4×2) dengan NJKB Rp233 juta dan EQ-STD-1 (4×2) dengan NJKB Rp218 juta. Perlu dicatat, nilai NJKB ini bukanlah harga final mobil tersebut.
BYD Seagull sendiri merupakan model mobil listrik yang sudah diluncurkan secara global. Baru-baru ini, mobil ini diperkenalkan di pasar Asia Tenggara dalam ajang Bangkok International Motor Show 2024 yang berlangsung pada bulan Maret.
Desain Kompak dan Menarik
Seagull memiliki desain hatchback dengan dimensi bodi yang kompak. Ukuran panjangnya mencapai 3.700 mm, lebar 1.715 mm, dan tinggi 1.540 mm. Angka-angka tersebut menjadikannya lebih kecil dibandingkan dengan model seperti Neta V II, Citroen E-C3, atau Wuling Binguo EV.
Untuk pasar China, Seagull dibekali dengan motor listrik tunggal yang mampu menghasilkan tenaga maksimal sekitar 94 hp. Selain itu, terdapat dua pilihan kapasitas baterai, yaitu 30 kWh yang mampu menjangkau hingga 305 km dan 38 kWh dengan jarak tempuh yang lebih jauh, yakni 405 km.
Sebelumnya, mobil ini sudah memasuki pasar beberapa negara, seperti Uruguay dan Brasil.
Harga yang Terjangkau
Di pasar China, harga Seagull dibanderol antara 80.000 hingga 100.000 yuan, atau sekitar Rp250 juta. Dengan harga yang terjangkau, mobil ini menjadi pilihan yang menarik di pasar kendaraan listrik.
Di Indonesia, segmen mobil listrik dengan harga terjangkau sudah diisi oleh beberapa model, seperti Neta V II, Citroen E-C3, dan Wuling Binguo EV. Namun, fitur utama dari mobil listrik semacam ini bukanlah performa atau jarak tempuh yang tinggi, melainkan dimensi kompak yang memudahkan manuver di area perkotaan yang padat.
SUMBER. CARMUDI.CO.ID
